Skip to main content

Want To Live More Planned Must Make Financial Planning





Literally sebagai manusia kita pasti memiliki planning mengenai kehidupan kita, termasuk dalam perihal financial atau disini kita sebut dengan Financial Planning.
Bagi aku pribadi segala hal akan bermuara pada financial baik secara langsung maupun secara gak langsung, karena kita manusia merupakan makhluk ekonomi dengan kebutuhan dan keinginan yang tidak terbatas akan tetapi besarnya income kadang membuat kita berfikir keras how to manage? Gimana kita bisa memenuhi kebutuhan atau keinginan kita yang gak terbatas tersebut dengan income sekian?
Apa harus semuanya terpenuhi?

Well, mari kita bahas...
Sebelum membuat financial planning, ada baiknya kita list kebutuhan kita sesuai dengan prioritas atau kita sebut aja disini dengan skala prioritas.
Skala prioritas merupakan pengelompokkan kebutuhan sesuai dengan level kepentingan dan waktu pemenuhannya. Kalau bicara kebutuhan ya memang semuanya udah pasti butuh dan memang semuanya penting, tapi dari yang penting itu ada yang lebih penting. Nah, agar kita lebih tepat harus memenuhi kebutuhan kita yang mana dulu yang harus kita dahulukan jadi kita akan dimudahkan dengan skala prioritas tersebut.



Membuat skala prioritas, biasanya aku membagi kebutuhan kedalam tiga bagian. Disini bagi sebagian orang agak tricky tapi kita harus agak tegas juga sama diri sendiri biar kehidupan kita kedepannya juga tetep aman ya gengs, jadi yang tiga point itu adalah:

1. Kebutuhan Primer
Kebutuhan yang rutin atau kebutuhan daily yang harus segera terpenuhi.
Contoh: Kebutuhan pangan atau sembako.
Ok, disini misalkan pola pikir kita akan dibentuk kalo manusia itu butuh makan untuk bertahan hidup dan akan terbayang kalo manusia gak makan padahal dia sangat-sangat lapar, jadi kebutuhan ini pasti akan diupayakan untuk segera terpenuhili sebelum kebutuhan lainnya terpenuhi.

2. Kebutuhan Sekunder
Terlepas dari kebutuhan primer yang harua didahulukan, ada pula kebutuhan yang sama pentingnya tapi harus dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi. Ini disebut dengan kebutuhan sekunder.
Contoh: Belanja-belanja pakaian baru, hangout, dsb.
Pola pikir kita akan terbentuk ini tuh penting, hiburan, maen segala macem tuh penting padahal cuma ngabisin budget dikit doang nongkrong ngopi doang biar gak mumet atau beli anything product yang penting dan sangat dibutuhkan. Untuk ini bisa dipenuhi setelah kebutuhan pokok terpenuhi.


3. Kebutuhan Tersier
Kebutuhan yang dikategorikan sebagai kebutuhan mewah jika dibandingkan dengan kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder.
Contoh: mobil baru, rumah baru, perhiasan, dsb.
Di tahap ini kita akan berpikir bahwa harus dibikin planning melalui persentase tabungan misalnya. Karena ini merupakan pemenuhan kebutuhan dengan budget yang lebih tinggi maka kebutuhan ini digolongkan pada point kebutuhan tersier yang bisa terpenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi. Jadi jangan maksain dan terlalu fokus di kebutuhan tersier ini, gak sedikit orang yang demi gengsi dan pada akhirnya terjerat utang yang tentunya dalam jumlah yang gak sedikit.





Kalo sudah membuat skala prioritas sesuai dengan kebutuhan apa saja yang lebih dulu harus dipenuhi apa yang bisa di cancel dan sebagainya. Lanjut aku membuat Financial Planning, Financial planning versi aku dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Short Term Financial Planning
Konteks ini merupakan rincian dari kebutuhan primer atau kebutuhan yang harus segera dipenuhi, misalnya kebutuhan belanja bahan makanan, pulsa atau kuota internet, listrik, dan pengeluaran rutin lainnya.

Untuk membuat short term financial planning biasanya aku list kebutuhan primer tersebut secara rinci beserta estimasi jumlah biaya yang harus aku keluarkan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dalam perinciannya ada yang sudah jelas berapa biaya yang harus dikeluarkan ada pula yang fluktuatif. Dilanjutkan dengan biaya dari kebutuhan sekunder.

Biasanya setiap habis belanja aku akan mengumpulkan struk atau nota pembelanjaan, dirinci setiap bulannya beserta biaya tidak terduga.
Ini akan menjadi gambaran untuk periode berikutnya dan financial kita akan terkontrol secara mudah.


2. Long Term Financial Planning
Untuk yang satu ini mungkin gak sedikit orang yang nyantai-nyantai aja atau bahkan sebaliknya jadi insecure.
Long term financial planning juga sama, harus dibuat list dulu mengenai perencanaan kita dalam jangka panjang. Kalo ini lebih ke kebutuhan tersier sih kalo menurut aku. Misalnya rumah, dari sekarang kita harus punya planning ingin tinggal di kota atau daerah mana lalu survei harga dari situ kita akan tau seberapa persen tabungan kita sisihkan untuk rumah.
Bagi orang-orang yang baru berumahtangga seperti aku mungkin salah satunya juga rencana untuk memiliki anak. Kok masuk long term financial planning sih rin?

Well, bagi aku pribadi memiliki anak dari mulai perencanaannya aja harus dipikirkan dengan baik dan matang. Dari program, hamil, melahirkan, sampai membesarkannya juga mendidiknya tentu harus memerlukan cost atau biaya. Sebagai orangtua siapapun ingin yang terbaik untuk anaknya kan?
Nah, berhubung aku belum memiliki anak jadi hal apapun mengenai pembiayaannya harus disiapkan dengan sangat baik dan terencana.



Dan yang tidak boleh terlupakan adalah saving money atau menabung, jujur sih ya aku juga masih belajar banget ditahap ini. Kalo menabung tuh bukan masalah short term atau long term financial planning, seharusnya memang sudah menjadi kesadaran. Tapi terkadang kebutuhan yang tidak terduga atau satu dan lain hal yang kadang bikin aku skip menabung haha
Untuk mensiasatinya atleast aku tidak akan meng-NOLkan saldo di ATM mau berapapun besarannya, kasarnya semepet-mepet apapun kebutuhan aku, saldo harus tetep ada. Karena aku atau kita kan gak akan pernah tau kebutuhan selanjutnya mungkin besarannya akan naik seperti menjelang bulan Ramadan kemaren, harga-harga melambung tinggi otomatis perhitungan kita akan kebutuhanpun akan berubah persentase saving money pun akan ikut berubah juga. Dengan demikian adanya saldo akan menjadi "dana talang" aku sebutnya, disaat kebutuhan yang mepet banget harus segera terpenuhi. Dana talang tersebut nantinya akan ditutup dengan penghasilan periode selanjutnya dari sisa pengeluaran. Ribet sih ya?? tapi sebagai perempuan apalagi sebagai ibu rumah tangga memang secara gak langsung diwajibkan pinter-pinter untuk memanage uang.

Selain itu jangan lupa pula untuk bersedekah, kalo dalam Islam khususnya sudah ada porsi zakat sebesar 2,5 %, selain itu juga ada infaq ini juga bisa kita atur sehingga akan tetap balance dan tidak memberatkan tapi juga tidak melewatkannya.

Saran aku untuk penggunaan rekening mending kita pake minimal dua bank, yang satu buat sirkulasi transaksi gaji, transfer, dan kebutuhan sehari-hari dan yang satu lagi dikhususkan untuk menabung. Jadi akan mudah kita mengontrol dari masing-masing rekening.

Mungkin bagi yang masih singlelillah atau baru nikah kayak aku kebutuhannya belum terlalu banyak, justru itu disaat kondisi belum dihadapkan dengan "kebutuhan yang banyak" kita akan terlatih dalam kondisi seperti itu. Beda halnya dengan perempuan yang sudah menikah dan mempunyai anak, mungkin kalo anaknya satu dan masih bayi yang dipikirin cuma sandang, pangan, wich is susu, popok bayi, dan sebagainya. Kalo anaknya udah pada gede dan lebih dari satu lain lagi ceritanya, aku yakin sebagai perempuan ingin yang terbaik untuk keluarganya termasuk untuk anaknya, memilih sekolah yang favorit, mengikutkan anak keberbagai les sesuai bakat dan minat, dan masih banyak lagi untuk mensupport self building anak.
Sehingga memanage uang dan membuat financial planning harus dilakukan dengan kesepakatan bersama tentunya dengan suami, jika memang sudah menikah. Bagi singlelillah hal tersebut dapat dilakukan sendiri sebelum akhirnya diterapkan dikeluarga kelak.

Dengan demikian memang erat hubungannya finacial planning dengan skala prioritas, dengan demikian financial planning yang kita konsep akan tepat penggunaannya dan akan ada gambaran juga untuk kita melakukan saving money (menabung).

Dalam menjalani kehidupan ini kita sebagai makhluk ekonomi memang harus selalu menggunakan perencanaan yang terkonsep bagi diri kita sendiri terutama, dengan income sekian apakah kebutuhan kita sudah benar-benar terpenuhi atau tidak? Hal tersebut akan merubah pola pengeluaran kita.
seberapa besar income suami yang diberikan kepada istri atau penghasilan sendiri tidak akan pernah cukup apabila konsep penggeluaran kita tidak dikontrol dengan baik. Dengan membuat skala prioritas lalu financial planning akan memudahkan kita untuk mengontrol besaran pengeluaran dan memudahkan kita juga untuk memanage income kita.

Mungkin disini ada yang nanya, kamu kan perempuan rin atau kan istri tuh dinafkahin sama suami, kenapa ribet mikirin hal kayak gini sampe detail segala?
Ok baiklah, aku jelaskan. Ini perspektif aku pribadi sih ya orang lain boleh pro atau kontra itu hak maaing-masing orang.
Bassically aku orangnya gak bisa diem, jadi aku masih bekerja even aku udah menikah atleast kalo aku butuh apapun yang pribadi aku gak harus nunggu-nunggu atau minta-minta sama suami. Ya mandiri dikit gak ada salahnya kan?

Someday kalo punya anak atau pengeluaran semakin banyak, yang namanya suami dan istri harus kooperatif bersinergi biar semua konteks kebutuhan rumahtangga bisa termanage dan terpenuhi sesuai dengan porsinya masing-masing.
Jadi ya gak ada salahnya kalo sebagai istri atau ibu rumahtangga masih aktif bekerja atau jadi womenpreneur, selama kita gak lupa sama peran dan tanggungjawab kita sebagai seorang istri dan seorang ibu. Ya begitulah kira-kira.

Biar lebih memudahkan kita bisa membuat laporan keuangan sendiri yang akan dilaporkan dan di audit sama diri kita sendiri, atau yang udah berkeluarga bisa dijadiin bahan diskusi rumahtangga dari laporan ini bisa saling mengevaluasi juga dan pastinya akan memotivasi kinerja satu sama lain setelah melihat totalan yang ada. Hahaha


Sekian sharing kolaborasi aku dengan Bandung Hijab Blogger kali ini, semoga bermanfaat.
Jangan lupa juga baca tulisan temen-temen BHB lainnya dan untuk informasi bisa ditemukan di instagram @bandunghijabblogger.
Thank you so much XOXO...






Comments

  1. Penting banget ya untuk buat long term financial planning, supaya punya target kedepannya mau ngapain dlu ya?

    ReplyDelete
  2. jangan kan mbak yang notabenenya "bendahara" keluarga, saya aja yang single n nanti kalo menikah pengen saya yg jadi financial plannernya hahahah,

    kalau untuk merencanakan finansial, saya rutin sih udah bagi pos setiap bulan, seperti pos cost living, pos tabungan, post investasi, pos dana darurat, pos jalan2, pos charity/sosial, semuanya udah dibagi ke pos2 dengan baik

    dengan rencana finansial yg matang, semuanya akan jadi lebih terarah dalam mencalai target finansial

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wiiiih keren keren nih mas jadi pas udah nikah udah biasa ngemanage financial ya hehe

      Delete
  3. Kadang ingin dan butuh itu sekilas kaya sama kalo lagi nafsu nafsunya. Pr juga buat bedain primer sekunder dan tersier. Masih suka kebalik balik :”)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget makanya harus agak tega sama diri sendiri ya haha

      Delete
  4. Hmmm.. Aku malah punya 3-4 rekening karena banyak tujuan finansialnya hihihi

    ReplyDelete
  5. Mantaaapp teeh..aku setuju banget punya beberapa rekening tuh udah paling juara sih:)

    ReplyDelete
  6. aku cuma punya 1 rekening, karena biasanya tabungan aku simpen dalam bentuk cash dan disimpan dilemari ibu yang dikunci dan kuncinya diumpetin Ibu wkwk
    bisa gak sih tabungan kita disimpen dalam bentuk emas? bukan rekening..

    ReplyDelete
  7. setuju sih, memang sih yang punya tanggung jawab ngasih nafkah itu suami. beberapa keluarga juga suaminya yang atur financial keluarga. tapi nggak ada salahnya juga kalau istri juga perlu ngeh dengan pengelolaan financial ini.

    ini bisa jalan dengan baik juga kalau ada komunikasi yang baik antara suami istri sih.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Review - Treatment di MS Glow Clinic Bandung

Assalamu’alaikum beauties, kali ini aku mau cerita mengenai keseruan event Bandung Hijab Blogger X MS Glow Bandung kemaren, event ini diselenggarakan di Noor Hotel jl. Madura No. 6 Bandung. Acaranya berlangsung seru banget karena dipandu oleh MC hits juga yaitu kak Elga Permana. Nah selain silaturahim Bandung Hijab Blogger family juga kita semua dapet banyak ilmu loh. Pertama kita dikenalin mengenai MS Glow Clinic oleh kak Latifah Nuraeni yang sekaligus sebagai manager MS Glow, jadi MS Glow tuh udah buka di lima cabang di kota-kota besar di Indonesia, ada di Malang, Bali, Jakarta, Surabaya dan Bandung. Untuk MS Glow cabang Bandung lokasinya ada di jl. Lombok No. 3 Bandung, lokasinya cukup strategis guys. MS Glow ini mempunyai visi misi untuk mempercantik wanita Indonesia agar menjadi elegant dan fresh, untuk yang bertanya-tanya aman ga sih kliniknya atau halal ga sih? Jangan khawatir guys karena untuk treatment peralatannya di ekspor dari Eropa tentu peralatan canggih ters

Review - Rangkaian Safi Age Defy

So happy... tepatnya pada tanggal 26 Oktober 2019 kemaren itu aku dateng ke Blogger Gathering Event bareng Bandung Hijab Blogger dan SAFI Indonesia. Event ini bukan hanya Gathering doang loh tapi juga sekaligus exclusive lauch product SAFI Age Defy. Event ini ada beauty talkshow sama Kak Anindita, dr. Mita, dan Hanum Mega yang merupakan beauty influencer. Selain itu, kita masing-masing peserta dikasih kesempatan buat meracik Gold Water Essence sendiri loh, seruuuu bangeeeet. Honestly, ini merupakan pertama kalinya aku cobain produk Safi, telat banget kan tuuuuh?! Pas pertama kali terus langsung nyoba rangkaian Safi Age Defy ini dan aku amaze banget ternyata sebagus itu gengs, aku nyesel baru coba sekarang hahaha Diusia yang udah bukan ABG lagi kayaknya aku jadi makin concern buat treatment atleast treatment sendiri dengan rangkaian skincare, karena kalo dulu aku gak terlalu melek skincare yang ternyata sepenting itu gengs. Jadi sekarang meskipun yaaa prosesnya panjang d

Review - ST. Ives Fresh Skin Apricot Scrub

Hallo gaes... Sebelumnya aku review anything make up and skincare product di femaledaily network, udah lama banget aku ga review so, aku bakalan review di blog pribadi aku. Sebelumnya aku mau kasih tau kalo ini honest review dari aku dan ini bukan endorse atau aku ga ada kerjasama apapun sama pihak St. ives haha Sebelumnya aku ga terlalu peduli sama scrub atau apalah itu, karena aku udah ngerasa deep clean dengan facial wash yang aku gunakan. Tapi ternyata tidak sodara-sodara.. Sebagai orang yang hobi make up everyday ya meskipun ga full make up, karena make up daily aku cuma moisturaizer atau shooting cream, sunscreen, blush on, dan lipstik. Ga terlalu berat tapi tetep aja kalo step cleansingnya ga tepat ya bakalan nimbun sebum dan kalo didiemin lama kelamaan bakalan berubah jadi jerawat. Karena aku ngerasa perlu banget deep cleansing, salah satunya ya physical exfoliate which is yang aku gunain scrub dari St. Ives. Kalo ditanya kenapa prefer ke scrub ini aku juga ga tau, y